WAKAF MANDIRI - Tidaklah kenikmatan dan musibah yang datang pada kita hanyalah ujian semata. Karena itu, memiliki harta berlimpah pun termasuk ujian dari Allah SWT. Akankah setelah menerima rezeki yang luar biasa itu, kita akan semakin taat, atau malah tersesat dalam tipu daya dunia.
Amalan wakaf pun hadir sebagai obat dari kecintaan akan dunia. Karena wakaf merupakan ibadah taqarrub (mendekatkan diri) seorang hamba kepada Rabbnya. Sebab, dengan melaksanakan wakaf, hakikatnya adalah menyerahkan kepemilikan harta manusia menjadi milik Allah, untuk dimanfaatkan bagi kemashlahatan umat.
Selain menjadi sarana untuk taqarrub, ibadah wakaf juga mengandung banyak hikmah untuk kehidupan seorang muslim. Di antaranya,
Pengelolaan harta wakaf, agar dapat terus menghasilkan dan bermanfaat bagi sesama akan dapat mengalirkan pahala tanpa henti. Sebab kebaikan dari hasil pengelolaannya terus dirasakan masyarakat. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan doa anak sholeh pada orangtuanya.” (HR. Muslim)
Kejayaan Islam di masa keemasan sebagian besar disokong oleh wakaf. Karena itu, di masa tersebut masyarakat dari manapun dapat menikmati fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lainnya secara gratis. Inilah peran luar biasa wakaf dalam membangun peradaban umat.
Melalui pengelolaan produktif wakaf akan terus menghasilkan banyak manfaat, sebagaimana akad wakaf. Selain untuk sosial, manfaat yang dihasilkan dalam bentuk surplus dari bisnis, bisa menunjang ekonomi. Karena dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Inilah peran wakaf sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui wakaf, kesejahteraan tidak hanya dinikmati segelintir orang, namun masyarakat luas. Dengan hilangnya kesenjangan sosial dan ekonomi, maka semakin erat pula tali silaturahim. Karena sejahtera dirasakan bersama.