Kehadiran seorang anak bukan hanya kebahagiaan, tetapi juga amanah besar dari Allah. Ia lahir dengan fitrah suci, dan orang tua dipercaya untuk menjaga serta mengarahkan agar tumbuh menjadi pribadi beriman dan berakhlak mulia. Setiap senyum, tangisan, hingga kerepotan yang menyertai proses merawat anak, kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”
(QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini mengingatkan bahwa kewajiban orang tua lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan jasmani. Tugas utamanya adalah membimbing anak agar tidak tersesat, menanamkan nilai iman, serta menjaga akhlak agar tetap lurus.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya...”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan posisi orang tua sebagai pemimpin keluarga. Seorang pemimpin sejati tentu tidak hanya memikirkan keberlangsungan hidup hari ini, tetapi juga masa depan baik di dunia maupun di akhirat.
Namun realitanya, banyak orang tua di era modern lebih terfokus pada capaian lahiriah: sekolah favorit, fasilitas serba ada, atau prestasi akademik. Semua itu penting, tetapi tanpa dasar iman dan akhlak, anak bisa kehilangan pegangan. Doa terbaik seharusnya bukan hanya “semoga sukses dunia,” tetapi juga “semoga selamat dunia akhirat.”
Coba renungkan, bagaimana masa depan generasi jika mereka tumbuh tanpa pendidikan agama? Sebaliknya, anak yang sejak kecil dibiasakan dengan akhlak yang baik, diajarkan cinta Al-Qur’an, dan mendapatkan teladan dari orang tuanya, akan menjadi tabungan pahala yang mengalir tanpa henti.
Mendidik anak memang tidak selalu mudah. Ada rasa lelah, ada ujian kesabaran, bahkan kadang muncul keraguan apakah yang kita lakukan sudah cukup. Tapi justru di situlah letak kemuliaannya. Setiap sabar menahan emosi, setiap doa yang dipanjatkan, hingga setiap usaha kecil dalam mendidik, semuanya bernilai ibadah.
Karena itu, mari kita bertanya pada diri sendiri, "Sudahkah kita menjaga titipan ini dengan sepenuh hati?" Anak bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga jalan menuju surga. Menjaga mereka berarti kita sedang menjaga harapan peradaban.
Semoga Allah meneguhkan langkah para orang tua agar selalu ikhlas, sabar, dan konsisten dalam mendidik anak-anaknya. Sebab amanah ini bukan sekadar kewajiban, melainkan tiket menuju ridha dan surga-Nya.